Gunung Sangeang di NTB Meletus Lagi, Abu yang berbahaya bikin warga mengungsi kembali

https://apaantuhdotcom.files.wordpress.com/2014/05/a8476-gunungindonesia.jpg

Sebanyak 14 warga hilang dan 3000 orang menjadi pengungsi setelah Gunung Sangeang Api, Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meletus untuk kedua kalinya, Sabtu,  31 Mei 2014, pukul 01.20.
Gunung Sangeang Meletus, 14 Hilang, 3.000 Mengungsi
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bima, Suryadin, mengatakan saat ini petugas gabungan sedang mencari 14 warga yang hilang tersebut.

Berdasarkan laporan keluarga yang kehilangan anggotanya, nama-nama warga hilang kemudian diumumkan di posko yang ada di lapangan Tawali, sekitar 10 kilometer dari Sangeang daratan.

“Mereka tercerai-berai saat Sangeang meletus. Semua panik. Ledakan susulan Sangeang ini di luar dugaan kami,” kata Suryadin.

Suryadin memperkirakan pengungsi berjumlah 3.000 jiwa. Mereka berasal dari Sangeang Pulo, Sangeang Darat, Desa Tadewa, Desa Hidirasa, Desa Tawali dan Oi Tui, dan sekitarnya. Ada juga yang berasal dari Desa Pai dan Desa Poja, Kecamatan Sape.

Petugas kesulitan mendapatkan data jumlah pengungsi yang akurat karena Sangeang Api meletus lebih cepat dari perkiraan. Ia menyebutkan rentang waktu dari masa waspada ke siaga. Pergantian status dari waspada ke siaga cuma beberapa jam.

“Hal ini di luar prediksi kami. Waktu meletus yang tiba-tiba saat tengah malam, pada saat orang tertidur, membuat ribuan warga tak siap sehingga sebagian dari mereka tercerai-berai,” kata dia.

Personel PMI dan elemen tim penolong lainnya terus mendata jumlah pengungsi. Banyak warga mengungsi ke Kota Bima karena merasa fasilitas dan persediaan logistik di sana lebih memadai.

Abu vulkanik akibat letusan Gunung Sangeang di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghujani tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Sumba Timur, Manggarai Barat dan Manggarai.

“Ada tiga kabupaten yang terkena dampak letusan Gunung Sangeang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus kepada Tempo, Sabtu, 31 Mei 2014.

https://i0.wp.com/www.beritaheadline.com/wp-content/uploads/2014/05/Gunung-Api-Sangeang-NTB-Meletus.jpg

Menurut dia, hujan abu mulai melanda tiga daerah itu sejak semalam. Akibatnya, rumah dan perkebunan warga tertempel oleh abu gunung yang bergerak ke arah timur bagian selatan. “Ada kemungkinan Sumba Tengah juga akan terkena dampak abu vulkanik itu,” katanya.

Tini yang sedang berada di Manggarai Barat mengaku hujan abu vulkanik masih melanda daerah itu. Warga setempat pun diwajibkan untuk mengunakan masker. “BPBD di kabupaten sudah diminta membagikan masker untuk warga,” katanya.

Sejauh ini, katanya, belum ada laporan ada warga yang mengungsi atau mengalami sakit sesak napas akibat hujan abu ini. “Belum ada yang mengungsi dan sakit,” katanya.

Di Sumba Timur, daerah yang berdampak hujan abu adalah Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai. “Daerah kami yang terparah terkena hujan abu,” kata Elas, warga setempat yang dihubungi terpisah.

Ia mengakui warga sempat panik saat hujan abu menerjang desa tersebut. Sebab, hujan abu baru pertama kali melanda wilayah itu. “Apalagi kejadiannya pas malam hari,” katanya.

Hujan abu itu menempel di atap rumah dan tanaman milik petani di daerah itu. Hingga saat ini hujan abu masih menerjang tiga kabupaten itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s