Sehari Polisi Kantongi lebih DARI 1 Milliar Rupiah, Karena Hasil Tilang Pengendara Ngebut

Mengebut

Di jalan-jalan kota kecematan maksimal untuk kendaraan adalah 48 km/jam.

Di banyak permukiman atau di kompleks sekolah di Inggris sering dijumpai tanda lalu lintas yang sepintas terlihat lucu, tapi pesan yang terkandung di dalamnya sangat serius.

Pada rambu ini ada angka 20 dan di atasnya ada gambar siput.

Rambu ini berarti kecepatan maksimal kendaraan adalah 20 mil/jam atau setara dengan 32 km/jam.

Para pengendara perlu ekstra hati-hati dan tak boleh mengebut karena di kawasan ini banyak anak-anak.

Di jalan-jalan kota biasanya batas kecepatan maksimal adalah 30 mil/jam atau sekitar 48/jam.

Dan untuk ‘memaksa’ para pemilik mobil mentaati aturan ini, ditempatkan berbagai kamera yang secara otomatis akan menjepret para pengendara yang melebihi batas tersebut.

Beberapa hari kemudian akan datang surat berisi pemberitahuan pelanggaran batas kecepatan, lengkap dengan foto, dan jumlah denda yang harus dibayar.

Nilai denda £100 atau Rp1,9 juta tergolong tinggi untuk warga kebanyakan.

Efek jera

Batas maksimal kecepatan diterapkan untuk ditaati, bukan untuk sengaja dilanggar dengan pamer kecepatan.

Simon Best

Dari beberapa rekan yang pernah terkena denda ini, banyak di antaranya yang mengaku kapok.

Tapi ‘efek jera’ ini tak berlaku bagi seorang pria yang tertangkap kamera polisi melaju dengan kecepatan 240 km/jam di jalan bebas hambatan di Kent, Inggris tenggara.

Di ruas ini batas maksimal boleh memacu mobil adalah 70 mil/jam atau 112 km/jam.

Aksi ngebut ini dikecam oleh Institute of Advanced Motorists, IAM, organisasi sosial yang mengkampanyekan keselamatan di jalan.

Direktur IAM, Simon Best, mengatakan tindakan tersebut sangat berbahaya.

Best mengatakan bila pengendara mengantuk atau tak bisa menguasai mobil, akibatnya bisa fatal.

“Kalau itu terjadi pengendara besar kemungkinan akan tewas. Selain itu mengebut seperti ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain,” kata Best.

Terlalu ringan?

Polisi

Polisi secara berkala mengecek kecapatan mobil di jalan-jalan di Inggris.

“Batas maksimal kecepatan diterapkan untuk ditaati, bukan untuk sengaja dilanggar dengan pamer kecepatan,” imbuh Best.

Best menyayangkan banyak yang tidak menghiraukan pesan bahwa ngebut membahayakan keselamatan.

Menurut Best aturan dan besaran denda yang saat ini berlaku sudah ketinggalan zaman, tak sesuai dengan kondisi jalan yang makin mulus dan perkembangan teknologi yang memungkinkan banyak mobil bisa melesat dengan kecepatan di atas 250 km/jam.

Pandangan Best ini bisa jadi ada benarnya.

Pengendara yang melaju dengan 240 km/jam tadi diadili pada Maret lalu. Ia dinyatakan bersalah, didenda £750 (sekitar Rp14,5 juta) dan dilarang menyetir mobil selama enam bulan.

Hukuman ini mungkin terlalu ringan dan tidak membuat orang jera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s