Kronologi Kebakaran di KING’S Shopping Center

Sejumlah ledakan terus terdengar dari lokasi kebakaran di Kings Shopping Centre Kota Bandung di Jalan Kepatihan Kota Bandung, Selasa (24/6/2014).

Tiga kali ledakan keras disusul suara gemeretak terdengar sekitar pukul 10.15 WIB dari dalam gedung pusat perbelanjaan berlantai tujuh itu.

Ilustrasi api. (Shutterstock)

Sebelumnya, ledakan keras juga terjadi sekitar pukul 08.40 WIB yang diikuti semburan kaca-kaca dari lantai atas bangunan yang terletak di lokasi padat tersebut.

Pemadam kebakaran dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat berjibaku menjinakkan api dalam kebakaran hebat yang terjadi di kawasan perbelanjaan legendaris di Kota Bandung itu.

Sementara itu kawasan perbelanjaan di Jalan Kepatihan dan Dalem Kaum Kota Bandung dikosongkan dengan dibatasi dengan garis polisi.

Kebakaran yang terjadi di pusat perbelanjaan Kings yang berlokasi di sekitar kawasan Alun-alun Kota Bandung itu terjadi sejak Senin (23/6/2014) malam pukul 23.30

Pihak KING’S Shopping Center mengalami kerugian mencapai ratusan miliaran, akibat kebakaran yang terjadi pada Senin (23/6/14) hingga Selasa (24/6/14).

Hal tersebut dibenarkan pemilik gedung, Alvin Rudi kepada wartawan di lokasi kejadian. Masih dikatakannya, kerugian yang mencapai ratusan miliar tersebut dikarenakan terdapat ‎​ada ratusan tenan atau jongko yang berada didalam gedung. Selain itu barang didalam jongko ditaksir bernilai ratusan juta rupiah.

“Diperkirakan mencapai ratusan miliar. Namun kita masih belum mendata,” jelasnya, seraya menduga penyebab kebakaran dikarenakan hubungan arus pendek listrik. Selain itu didalam gedung terdapat gardu listrik.

“Kalau asuransi gedung ada. Namun untuk tenan saya tidak tahu,” ujarnya, seraya menambahkan kebakaran kali ini merupakan ketiga kalinya sejak pertama kali pada tahun 1989 dan tahun 1992 yang membuat gedung Kings diperluas dan diperbaharui.

Hingga saat ini pihak pemadam masih berupaya memadamkan api diarea gedung KING’S Shopping Center yang berada di kepatihan dan di jalan Daleum Kaum.

WIB, dan hingga Selasa (24/6/3024) siang belum padam.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan ‎penyebab kebakaran Kings Shopping Centre di Jalan Kepatihan, Kelurahan Balong Gede, Kecamatan Regol, Kota Bandung.  Penyelidikan bakal melibatkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi mengatakan, saat ini masih memfokuskan ‎agar para anggotanya membantu pemadaman yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran se-Bandung Raya dan instansi yang memiliki mobil pemadam.

“Kita kerahkan 650 personel dari Polrestabes dan Polda Jabar. Mereka akan membantu Diskar memadamkan api, merekayasa jalan, dan mencegah hal-hal tak diinginkan lainnya,” jelasnya kepada wartawan, di lokasi kejadian, Selasa (24/6/2014).

Nantinya, kata Mashudi, setelah api berhasil dipadamkan, pihaknya akan melakukan identifikasi dengan melibatkan Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung. “Tapi ini skalanya besar, jadi kita akan minta bantuan Tim Puslabfor Mabes Polri,” katanya.

Berdasarkan pantauan hingga pukul 12.10 WIB, api masih terus menyala di lokasi kebakaran. Terlebih, di lantai dasar yang menjadi pusat perbelanjaan tekstil. Petugas kini masih berusaha memadamkan api dan melakukan penyekatan agar api tidak menjalar ke gedung lain.

Polisi Belum Tahu Penyebab Kebakaran Kings Shopping Centre

 

Sejumlah pedagang dan pemilik kios di pusat perbelanjaan Kings Jalan Kepatihan Kota Bandung mengaku stok pakaian untuk Lebaran ikut terbakar dalam peristiwa kebakaran itu.

“Kami sudah menyiapkan stok pakaian untuk momen lebaran, semuanya ludes terbakar tidak terselamatkan,” kata Ny Leni salah seorang pedagang pakaian di pusat perbelanjaan Kings di Bandung, Selasa (24/6/2014).

Ia dan beberapa temannya hanya bisa menyaksikan kebakaran kompleks pusat perbelanjaan itu dari kejauhan karena tidak diperkenankan masuk untuk menyelamatkan barang dagangannya.

“Stok pakaian di kios saya sekitar Rp400 juta habis semuanya, kemarin baru belanja untuk stok lebaran,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang pakaian lainnya, stok lebaran yang sudah dimasukan ke kiosnya hangus dilalap si jago merah.

Lain halnya dengan Cici, pedagang jam tangan di pusat perbelanjaan itu yang mengaku masih sempat menyelamatkan barang dagangannya.

“Kios saya berada di bagian luar, kebetulan pegang kuncinya sehingga sempat diselamatkan, namun jelas kami kehilangan tempat berjualan,” katanya.

Kebakaran yang menimpa tempat usaha menjadi pukulan bagi para pedagang yang sudah bersiap untuk menyambut musim belanja Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s