Misteri Dan Fakta Tanjakan Emen dari Sumber terpecaya

 

https://i1.wp.com/www.bedanews.com/images/news/793-bus-wisatawan-terguling-di-tanjakan-emen-3-tewas-belasan-luka-luka.JPG

Misteri Dan Fakta Tanjakan Emen dari Sumber terpecaya – Kecelakaan yang menimbulkan banyak korban jiwa kerap terjadi di Tanjakan Emen, Kampung Cicenang, Ciater, Subang.

Banyaknya kecelakaan yang terjadi, kerap kali dihubungkan dengan hal misitis. Adalah sosok Emen, yang dipercaya sebagai hantu penunggu tanjakan tersebut yang menyebabkan kecelakaan – kecelakaan tersebut.

Fakta :

Menurut Sahidin Darajat, warga yang tinggal di sekitar tanjakan tersebut, dahulu sekitar tahun 1969 terjadi sebuah kecelakaan yang menyebabkan seorang kernet bus bernama Emen tewas. Saat itu ia mengaku menyaksikan kejadian tersebut.

https://i1.wp.com/www.jgmotor.co.id/artikel/wp-content/uploads/2013/04/tanjakan-emen.jpg

“Waktu itu ada bus bernama bus bunga, kendaraan tersebut mogok di tanjakan, Emen berusaha mengganjal bannya. Namun rem nya jebol, sehingga pak Emen terseret sama bus hingga meninggal dunia,” kata Sahidin.

Sejak kejadian itu menurut Sahidin sering terjadi penampakan dan kecelakaan di sana, sehingga kemudian tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan tanjakan Emen. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan banyak pengendara yang percaya dengan melempar koin, rokok atau menyalakan klakson maka mereka akan terhindar dari bahaya saat melewati tanjakan Emen.

Namun di luar mitos yang beredar, sebenarnya kecelakaan – kecelakaan yang terjadi di tanjakan Emen bisa dijelaskan dengan nalar. Kecelakaan yang terjadi di sana sering kali diakibatkan rem kendaraan yang blong dan kurang piawainya sopir melewati tanjakan atau turunan tersebut, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melewatinya.

Kondisi tanjakan emen sepanjang 2-3 km ini sangatlah ekstrim, memiliki kemiringan 40-50 derajat dan memiliki tikungan – tikungan tajam, hal ini tentunya akan menyulitkan bagi yang kurang piawai memegang kemudi.

Oleh karena itu sebenarnya yang harus diperhatikan ketika melewati tanjakan / turunan Emen hanyalah kewaspadaan dan pastikan  kendaraan dalam kondisi laik terutama remnya.

Tugu peringatan di Tanjakan Emen

Misteri :

– Dani Hendra, seorang warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, sering bolak-balik melewati tanjakan Emen, Jalan Raya Ciater Lembang. Saat melewati lokasi tersebut, dia harus selalu waspada, karena kadang ada visualisasi yang menipu.

“Jadi, kalau lewat turunan situ, kalau nggak waspada, kita seperti melihat jalan itu lurus. Padahal belok, tahu-tahu sudah menabrak pohon besar di depannya,” kata Dani saat berbincang dengan detikcom, Rabu (18/6/2014).

Menurut Dani, kecelakaan hampir setiap bulan terjadi di tanjakan Emen. Sebagian besar melibatkan bus. Jarang sekali ada tabrakan ‘adu banteng’, peristiwa di sana didominasi oleh kecelakaan tunggal.

“Paling banyak nabrak tebing, nabrak pohon atau hilang kendali,” tambahnya.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto punya penjelasan logis soal pandangan aneh ini. Menurutnya, di kawasan tanjakan si Emen ini memang curam kondisi alamnya. Kemiringan di lokasi ini diperkirakan sekitar 45-50 derajat sepanjang kurang lebih 2-3 Km.

“Di situ turunan panjang, lurus tiba-tiba belokannya tajam dua kali,” ujar Chiko.
https://apaantuhdotcom.files.wordpress.com/2014/06/13b54-nuansamistisditanjakanemendipercayaisebagaipenyebabkecelakaanmaut.jpg
Dia pun menyarankan agar pengemudi mengambil agak ke tengah agar menghindari kecelakaan. Tapi, memang kebanyakan kecelakaan yang terjadi di kawasan ini, menurut Chiko rata-rata orang luar kota. Pengemudi tak kenal medan tanjakan si Emen.

“Saya sudah usulkan untuk dibuat jalur emergency jadi kalau ada rem blong bisa ke jalur evakuasi,” imbuhnya memberi saran ke dinas terkait.

Strategi membuat jalur emergency ini memang dilakukan guna menghindari kecelakaan fatal. Biasanya memang kendaraan yang mengalami rem blong yang terjadi di kawasan ini, setelah menghadapi jalan yang menurun.

Untuk rambu-rambu dan penerangan lalu lintas dinilai Chiko sudah cukup memadai. Apalagi juga masyarakat sudah cukup ramai di kawasan ini. Yang terpenting juga kondisi sopir dan kendaraan mesti baik. Hal itu penting dilakukan guna menghindari musibah kecelakaan.

 

Korban terbaru :

Kecelakaan maut yang menimpa bus rombongan siswa SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, di “Tanjakan Emen”, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ternyata bukan yang kali pertama.

Percaya atau tidak, terdapat cerita misteri berbau mistik terkait Tanjakan Emen yang persisnya terbentang sebelum jalan menuju pintu objek wisata air panas Ciater tersebut.

Dadan Wahyudin, pengguna Kompasiana, pernah menuliskan asal usul ruas Jalan Raya Bandung-Subang tersebut lebih beken disebut “Tanjakan Emen.”

“Menurut cerita di kalangan warga, alkisah Emen dikenal sopir pemberani. Emen mengemudikan  oplet jurusan Bandung-Subang. Ia tewas kecelakaan di daerah itu saat mengangkut ikan asin dari Ciroyom Bandung menuju Subang, tahun 1964,” tulis Dadan di Kompasiana.com,  1 Agustus 2010 silam.

Kala itu, tutur Dadan dalam tulisannya berjudul “Melewati Legenda Tanjakan Emen, Ciater Subang”, kendaraan yang disopiri Emen terbalik dan terbakar.

Nahas bagi Emen, dia terbakar hidup-hidup hingga tewas. Konon, saat itu, Emen dikenal sebagao satu-satunya sopir yang berani mengemudikan kendaraan pada malam hari.

“Setelah peristiwa itu, warga sekitar meyakini arwah Emen bergentayangan dan mengganggu para pengemudi yang berani melintas di daerah tersebut, terutama pada malam hari. Kejadian rem blong, bus tergelincir dan kendaraan terperosok kerap terjadi di jalur ini,” tuturnya.

Tak sedikit pula, sambungnya, terjadi peristiwa aneh seperti kendaraan tiba-tiba mogok, sopir atau penumpang kendaraan bermotor kesurupan saat melintasi Tanjakan Emen.

Versi lain tentang asal usul “Tanjakan Emen” menyebutkan, nama tersebut mulai melekat saat ada seseorang bernama Emen menjadi korban tabrak lari di daerah itu.

Kemudian, mayat Emen bukannya ditolong malah disembunyikan di rimbun pepohonan sekitar tanjakan tersebut.

Tak diketahui kapan terjadi peristiwa tabrak lari tersebut. Namun, sejak saat itu, arwah Emen diyakini bergentayangan menuntut balas.

Meski memiliki dua versi, tapi menurut kepercayaan warga setempat, agar tak “diganggu”, para pengemudi biasanya menyalakan sebatang rokok dan melemparkannya ke pinggir jalan.

Itu sebagai simbol memberikan rokok kepada arwah Emen. Konon, dulunya, Emen amat gandrung merokok saat mengemudi.

Sebelumnya diberitakan, Bus Aladin yang membawa 54 siswa SMA Al Huda Cengkareng itu kecelakaan di tanjakan Emen, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Selasa (17/6/2014) malam sekitar pukul 18.00 WIB.

Kecelakaan tersebut, mengakibatkan 8 siswa meninggal di tempat, 17 orang luka berat, dan sisanya luka ringan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s