Kronologi Penyegelan kantor TV ONE dan Kerugiannya

https://i1.wp.com/shnews.co/foto_berita/18PDIP1.jpgKronologi Penyegelan kantor TV ONE dan Kerugiannya – Kantor TV One Biro Daerah Istimewa Yogyakarta disegel massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rabu malam 2 Juli 2014, terkait pemberitaan tidak jelas yang dianggap menyudutkan partai itu.

Salah seorang dari massa PDIP Foki Ardiyanto di Yogyakarta, Kamis (3/7/2014), mengatakan kekesalan massa memuncak setelah melihat tayangan berita di TV One yang menyebutkan kader PDI Perjuangan adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Atas pemberitaan tersebut, massa PDI Perjuangan menginginkan ada klarifikasi dari TV One, serta meminta maaf kepada seluruh kader PDI Perjuangan,” kata Foki.

Selain penyegelan, massa tersebut juga melakukan aksi vandalisme atau mencorat-coret bangunan Kantor TV One, dengan tulisan berisi kekesalan. Tulisan corat-coret itu antara lain ‘Kader PDIP bukan PKI’.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari sejumlah anggota Polri serta TNI. Aksi massa itu tidak sampai anarkis, meskipun kantor TV One Biro DIY dalam keadaan sepi, tidak ada penghuninya.

Kepala Biro TV One DIY Hendrawan mengatakan saat terjadi penyegelan, kantor dalam kondisi kosong. Seluruh reporter dan karyawan sedang melaksanakan tugas di luar DIY. “Sebelumnya kami sudah mendengar akan ada penyegelan Kantor TV One Yogyakarta, tapi kami tidak percaya,” kata Hendrawan.

Ia mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polresta Yogyakerta, Polda DIY, dan TV One pusat untuk melaporkan kejadian itu. “Kami masih berkoordinasi dengan TV One pusat, terkait rencana melaporkan kejadian ini. Rencananya Kamis (hari ini) kami akan melaporkan ke Polda DIY,” kata Hendrawan.

Pantauan Liputan6.com, garis polisi tampak mengelilingi lokasi di Regency Timoho Jalan Kenari, Timoho, Yogyakarta tersebut. Kantor TV One Biro Yogyakarta itu pun terlihat sepi, tidak ada orang dalam kantor. Corat-coret tulisan ‘PDIP bukan PKI’ pun tertulis di dinding maupun lantai depan kantor.

Tri, salah satu petugas keamanan perumahan mengatakan, dirinya tidak mengetahui kejadian pastinya karena sedang tidak bertugas. Namun menurut informasi dari teman kerjanya Heri yang bertugas tadi malam, sekitar pukul 23.00 WIB para simpatisan PDIP menggunakan kendaraan bermotor mendatangi Kantor TV One dan langsung menyegel dan mencorat-coret kantor.

“Seharusnya saya libur kemarin dan hari ini. Yang tahu Pak Heri katanya malam tadi ada puluhan simpatisan datang dan melakukan penyegelan,” ujar Tri kepada Liputan6.com, Kamis (3/7/2014).

Sementara, penghuni rumah depan Kantor TV One yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan tidak tahu kejadian penyegelan tadi malam. Menurutnya tadi malam dirinya tidak mendengar suara gaduh dan ramai, sehingga baru mengetahui setelah keluar rumah pada pagi hari. “Wah baru tahu ini tadi. Tadi malam nggak dengar kok. Nggak kedengeran suara gaduh juga,” ujarnya.

Di Jakarta, massa dari Relawan Pembela Demokrasi (Repdem) yang merupakan organisasi sayap PDIP itu memprotes pemberitaan TV One yang mengaitkan PDIP dengan komunis.

Ketua Umum Repdem Masinton Pasaribu melalui akun Twitter-nya @Masinton mengakui baru menyampaikan keberatannya kepada TV One.

“Kami baru selesai menyampaikan aspirasi dan keberatan kami kepada TV One atas pemberitaan fitnah dan bohong tentang PDI Perjuangan,” tulis Masinton melalui Twitter pada Kamis (3/7/2014) dini hari.

Dia menegaskan tidak ada aksi penyegelan kantor TV One. Masinton menjelaskan pihaknya datang dengan cara damai. “Kami datang ke TV One dengan damai dan menyampaikan aspirasi dan keberatan kami secara demokratis,” demikian tulis akun Masinton.

Masinton menjelaskan sangat menjunjung tinggi kebebasan pers dalam berdemokrasi. Dia menyatakan tidak ingin kebebasan pers dirusak dengan berita fitnah.

“Stigma komunis ala Orde Baru adalah ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan pers itu sendiri,” tulis Masinton.

Masinton menyatakan pihak TV One melalui humasnya Reynaldi menyampaikan kepada pihaknya akan menggelar rapat redaksai pada Kamis (3/7/2014) siang nanti.

Kerugiannya ini akan berdampak pada jokowi – jk, diantaranya :

Penyegelan kantor TVOne oleh massa PDI Perjuangan pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dianggap sebagai teror bagi kebebasan pers. Kepolisian pun diminta turun tangan agar tak terjadi tindakan anarkisme yang meluas.

“Ini bukan ancaman lagi, tapi sudah teror bagi kebebasan pers. Kebebasan pers tidak bisa dibungkam dengan cat semprot. Kalau merasa dirugikan, silakan gunakan hak jawab semua diatur oleh undang-undang,” ujar pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra, dalam keterangannya, Kamis (3/7).

Menurut dia, dalam UU Pers Nomor 40/1990 diatur tentang hak jawab yang bisa digunakan pihak yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan. Jika hak tersebut tidak digunakan, bisa melapor ke polisi.

“Misalnya, karena pencemaran nama baik. Mengapa harus dengan kekerasan, apalagi ini bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.

Menurut Iswandi, tindakan anarkisme tersebut justru menimbulkan setidaknya tiga kerugian bagi Jokowi-JK. Pertama, malah menegaskan adanya kebangkitan neokomunisme. Mengingat, komunisme selalu menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan, termasuk kekerasan.

Kedua, katanya, tindakan itu bukan pelajaran baik bagi penegakan hukum. Artinya, Jokowi-JK tidak mampu menegakkan hukum bagi pundukungnya, apalagi kelak bagi rakyat. “Ketiga, Jokowi-JK dapat menjadi musuh demokrasi sebab pers yang bebas adalah pilar demokrasi,” katanya membeberkan.

Malah, ia menyarankan Jokowi-JK untuk belajar dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Karena, pasangan nomor urut satu itu juga mengalami hal serupa oleh stasiun TV lain.

“Tapi, Prabowo selalu menahan pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Perilaku massa pendukung capres itu bisa jadi cermin karakter asli capresnya,” ungkap dia.

Sebelumnya, Kantor TV One Biro Daerah Istimewa Yogyakarta disegel massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rabu malam, terkait pemberitaan tidak jelas yang dianggap menyudutkan partai itu.

Selain penyegelan, massa tersebut juga melakukan aksi vandalisme atau mencorat-coret bangunan kantor TV One dengan tulisan berisi kekesalan.

Kronologi Penyegelan kantor TV ONE dan Kerugiannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s