Istilah Efek Visual Dalam Dunia Perfilman Hollywood

https://i2.wp.com/cdn.screenrant.com/wp-content/uploads/How-to-Train-Your-Dragon-2-Hiccup-Toothless.jpgIstilah Efek Visual Dalam Dunia Perfilman Hollywood – Seni visual efek adalah seni pemanipulasian sebuah hasil visual baik sebuah foto, maupun video, dengan sentuhan dunia digital.

Lalu, istilah apa saja sih yang perlu para pemula di dunia visual efek ketahui?


Keying atau compositing

Keying atau compositing adalah proses menyatukan dua buah gambar berbeda menjadi satu gambar utuh (Gambar yang dimaksud bisa saja berupa gambar tunggal, maupun gambar bergerak (Motion graphic), ataupun gambar yang masih berupa CGI (Computer Generated Images) yang belum dirender).

Tehnik ini merupakan tehnik paling utama dalam dunia visual efek, tentunya karena tanpa kita mengetahui cara untuk menggabunggkan dua buah gambar yang berbeda, tidak mungkin bagi kita dapat berkata bahwa film yang telah kita buat itu telah diberi sentuhan visual efek

Color correction

Color correction merupakan tehnik mengatur warna dari gambar. Tehnik ini bisa dimainkan untuk mempercantik tampilan, menyamakan warna suatu gambar dengan gambar lain sehingga terlihat seakan-akan kedua objek di kedua gambar tersebut menyatu, untuk memperbaiki hasil dari chroma keying, untuk memperbaiki hasil dari rotoscoping, dan lainnya. Color correction merupakan tantang tersendiri bagi para compositor

(sebutan bagi orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan tehnik compositing) karena apabila terjadi kesalahan, maka ia dapat merusak gambar yang sudah disiapkan setengah mati saat perekaman gambar

Chroma keying

Chroma keying merupakan tehnik untuk menseleksi area yang tidak digunakan dalam penyuntingan selanjutnya. Umumnya, chroma keying digunakan untuk mentransparansikan warna latar belakang, dan warna yang umum dipakai adalah biru dan hijau, karena kedua warna tersebut merupakan warna yang kontras dari warna kulit makhluk hidup kebanyakan. Hukumnya, kalau di gambar tersebut lebih banyak terdapat warna hijau, maka yang dipakai warna hijau begitu pula sebaliknya.

Rotoscoping adalah sebuah tehnik untuk menyeleksi objek-objek tertentu yang berada di gambar, tehnik ini biasanya dipakai untuk menyeleksi objek bergerak, maupun objek diam dengan kamera yang bergerak. Berbeda dengan chroma key, tehnik ini tidak mendasarkan oleh warna yang umum ada pada gambar. Objek yang diseleksi bisa berupa manusia, hewan, tumbuhan, maupun benda mati.
Sementara rotobrush pertama kali dikenalkan oleh layer-based compositing software terkemuka,

“Adobe After Effect”. Rotobrush dapat (sangat) mempercepat pekerjaan rotoscoping, karena rotoscoping umumnya membutuhkan pembuatan garis yang dibuat secara manual terlebih dahulu ke sekeliling area yang ingin diseleksi, dibanding dengan rotobrush yang cukup dengan mem”brush”

sebagian area maka secara otomatis sebagian area lain yang ingin diseleksi otomatis terseleksi (Untuk pengguna photoshop, bayangkan anda sedang memakai “Quick selection tool” Maupun “Magic wand”).

CGI

CGI merupakan singkatan dari Computer Generated Images, alias gambar-gambar yang dihasilkan menggunakan komputer. Yap, visual efek dapat kita katakan sebagai salah satu dari jenis CGI, karena ia diciptakan melalui komputer.

Namun tidak itu saja, CGI juga mencakup dunia animasi 3 dimensi, animasi 2 dimensi, foto editing, dan apapun yang berhubungan dengan sesuatu berbentuk visual yang membutuhkan komputer dalam proses pembuatannya

Layer dan node merupakan dua tipe cara mengcomposite gambar yang sangat berbeda, meskipun dapat memberikan hasil yang sama.

Ketika kita mengcomposite gambar menggunakan layer, kita akan disuguhi lapisan-lapisan gambar yang kita sunting, dan disetiap lapisan itu dapat kita isi dengan tambahan-tambahan “Bumbu”. Bayangkan saja sebuah kue lapis, yang dapat kita custom masing-masing lapisan kue tersebut.


Sementara ketika kita mengcomposite gambar menggunakan node, kita akan disuguhi node, yang dimana setiap node dapat mengakar antara satu node dengan node lain, dan node dapat berisikan gambar, efek, maupun lainnya.

Bayangkan sebuah pohon, yang masing-masing akarnya dapat memiliki fungsi yang berbeda bagi kelangsungan pohon tersebut

Software yang menggunakan penyuntingan berbasis layer yang paling ternama adalah Adobe after effect, sementara software penyuntingan berbasis node yang paling ternama adalah Nuke, Fusion, dan Toxik.

Keuntungan menyunting via layer, adalah kemudahannya apabila suntingan kita masih terdiri dari

beberapa gambar yang sedikit, tapi apabila gambar yang ingin kita sunting banyak, menyunting memakai layer akan membuat kita pusing setengah mati, maka dari itu, para professional setuju, bahwa node based compositing adalah cara paling mudah apabila ingin dipakai oleh para professional, dan sebaliknya.

Tapi memang, menyunting menggunakan layer sampai sekarang masih menjadi pilihan utama, karena metode belajarnya yang masih jauh lebih mudah ketimbang node.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s