Alasan Setelah sahur tidak boleh tidur Secara Agama dan Medis

Alasan Setelah sahur tidak boleh tidur Secara Agama dan Medis – Waktu sahur antara jam 3 hingga setengah 5 memang jadi waktu yang enak ketika seseorang sedang terlelap. Makanya pada jam-jam ini masih banyak yang meninggalkan sunnah sahur karena merasa mengantuk, atau bangun dalam keadaan mengantuk berat.


Tidur setelah sahur tidak diharamkan, tapi sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini berdasar tuntunan nabi Muhammad SAW bahwa makan sahur jangan dilewatkan, dan sunnah untuk diakhirkan waktunya hingga menjelang subuh atau waktu imsyak.

Hal tersebut untuk menghindari terbuangnya waktu terlalu banyak di malam harinya sehingga kesulitan menjalankan aktivitas lain karena timbul rasa kantuk.
https://i1.wp.com/arenawanita.com/wp-content/uploads/2014/07/Kumpulan-Resep-Masakan-Untuk-Sahur-Mie-Instant-dan-Telur.jpg
Nabi Muhammad terus beraktifitas setelah makan sahur dengan melakukan berbagai kegiatan termasuk shalat. Beraktifitas membantu makanan yang telah dikonsumsi masuk ke lambung dengan baik sehingga lebih mudah tercerna. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras,” (HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.).

Selain itu, tidur setelah sahur juga tidak dianjurkan karena ditakutkan kamu malah meninggalkan aktifitas wajib shalat subuh, begitu juga kegiatan setelahnya. Makruh hukumnya menyia-nyiakan waktu di pagi hari dengan tertidur. Karena waktu tersebut merupakan awalnya hari yang mengandung berkah,

“Pagi hari merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut.

Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Ibnul-Qayyim; Madaarijus-Saalikiin 1/459).

Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak segera tidur selepas sahur. Mulai beraktifitas di pagi hari, dan baru tidur ketika benar-benar mengantuk di siang harinya.

Ketika mendengar kata imsak, sebagai awam mungkin kamu akan menggambarkannya sepaket dengan sahur. Umumnya, waktu imsak adalah sepuluh menit sebelum adzan subuh berkumandang.

Yaitu waktu yang mengingatkan dan membatasi seseorang untuk mulai bersiap puasa dan shalat subuh, serta berhenti makan.

Anggapannya pun berbeda jika sesudah waktu imsak masih melanjutkan makan.

Ada yang bilang haram, ada juga yang bilang makruh.

Faktanya, Imsak artinya menahan diri dari makan, minum, juga segala hal yang membatalkan puasa.

Mengenai dalil dalam Al Quran dan sunnah yang menyatakan waktu imsak, sebenarnya tidak ada. Waktu imsak hanyalah buatan manusia untuk berhati-hati.

Landasan pandangan mengenai imsak tersebut terdapat pada perkataan Syaikh Rasyid Ridha dalam tafsir Al-Manar. Beliau menyebutkan bahwa seseorang harus imsak sekitar 20 menit sebelum subuh untuk kehati-hatian (ihtiyathi) dalam berpuasa.

Namun, sebagaimana manusia yang menentukan, tentu akan mengundang perbedaan pendapat.

Pernyataan tersebut ditentang Syaikh Ibnu ‘Utsaimin yang tercatat dalam Fatawa al-Islâm: 2/126 bahwa Perbuatan imsak merupakan bid’ah, tidak ada dasarnya, bahkan sangat bertentangan dengan sunnah. Landasan pernyataan beliau adalah penegasan Allah dalam Al Quran Q.S Al-Baqarah:187:

“… Dan makan serta minumlah sampai nampak jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa kalian sampai datang malam hari…”.

Hal ini dicontohkan pada masa Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah memerintahkan imsak. Karena pada zaman tersebut, adzan subuh dikumandangkan 2 kali.

Azan pertama dikumandangkan oleh Bilal bin Rabah pada waktu malam untuk membangunkan dan mengingatkan orang-orang menjelang subuh, sedangkan azan kedua dikumandangkan oleh Ibnu Ummi Maktum yang buta untuk mengajak shalat subuh.

Oleh karena itu, menengahi adanya anggapan kebatilan akibat anjuran yang dilebihkan.

Jadikan imsak sebagai peringatan awal bahwa waktunya subuh sudah dekat, bukan sebagai batasan habisnya waktu sahur.

Karena sebenarnya masih diperbolehkan bagi umat muslim untuk menyelesaikan minum hingga azan berkumandang.

Baiknya lagi, isi waktu tersebut dengan mulai menyelesaikan sahur dan bersiap untuk shalat subuh.

Nah, disini ada 4 Bahayanya tidur setelah sahur secara medis :

Tidur setelah makan menyebabkan tidak terjadinya proses pembakaran, karena tubuh menghemat energi. Sehingga lemak akan mudah tertimbun di dalam perut yang menyebabkan buncit.

Kamu mungkin pernah mengalaminya. Refluks merupakan proses berbalik dari lambung ke kerongkongan akibat Gravitasi yang berubah saat tidur. Umumnya karena makanan belum tercerna sepenuhnya Sehingga asam lambung naik dan melukai kerongkongan. Luka tersebut terasa panas dan membuat mulut terasa pahit.

Normalnya isi lambung akan kembali kosong sekitar 2 jam setelah makan. Tapi jika kamu segera tidur setelah sahur, maka proses tersebut akan terhambat. Sehingga muncul sembelit atau mencret tergantung makanan yang dimakan.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa semakin lama jeda antara tidur dan makan bisa memperkecil risiko stroke.

Selamat berpuasa ramadhan 2014 yah ^^

Alasan Setelah sahur tidak boleh tidur Secara Agama dan Medis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s