Kronolofi Dan Fakta Kisruh TPS Di Hong Kong Lengkap

https://i0.wp.com/images1.rri.co.id/thumbs/berita_89752_800x600_image.jpg
Kronolofi Dan Fakta Kisruh TPS Di Hong Kong Lengkap  –
Pilihan Presiden 2014 yang dilaksanakan di Hong Kong pada hari Minggu, 6 Juli 2014 berakhir dengan aksi demo dari para BMI yang gagal mencoblos karena TPS sudah tutup.

Saya sendiri datang ke TPS jam 8.30 pagi dan antrian sudah memanjang. Antrian antara yang sudah mendapatkan undangan dan tertera nomor TPS serta jam berapa bisa nyoblos dengan mereka yang antri karena tidak terdata jadi satu. Padahal yang mendapatkan undangan tidak perlu antri dan bisa langsung masuk ke TPS.
Sampai jam mendekati angka 10 pagi antrian tambah banyak dan tak ada panitia yang memberi pengarahan soal perbedaan antara yang bisa langsung masuk ke TPS dan yang harus antri tanpa undangan.
Samakin siang antrian semakin memanjang. Karena suasana sangat panas, suhu hari ini 33 derajat dan ditambah lagi dengan puasa, ada 7 orang BMI yang pingsan dan dibawa ke tenda kusus yang telah disiapkan, ada tenaga medis di sini.
Waktu terus berputar dan  hujan deras sempat mengguyur lapangan Victoria Park jam 11 siang, tetapi antrian tetap tertib, tidak akan yang lari keluar dari barisan antrian  untuk menghindari hujan.
Pihak panitia terlihat mulai kewalahan melihat antrian yang memang di luar dugaan meski kata PPLN dan KJRI sudah diantisipasi sebelumnya.
Di paragraf atas saya sebutkan bahwa bagi yang mendapatkan undangan dengan nomor TPS tidak perlu antri, bisa langsung masuk ke TPS sesuai nomor untuk mencoblos. Tapi apa yang terjadi? Mereka tetap antri, bercampur dengan BMI yang ingin memilih dengan membawa KTP (tidak terdaftar DPT).
Di sinilah yang membuat antrian sangat panjang. Woro-woro dilakukan di depan pintu TPS tanpa pengeras suara oleh panitia, padahal antrian yang jauh dari pintu TPS sangat panjang dan tidak mendengar himbauan tersebut.
Akhirnya ada panitia yang menerima beberapa masukan dari BMI untuk membuka pintu lain selain pintu masuk TPS, jadi yang mendapatkan undangan bisa langsung masuk tanpa antri. Pintu masuk ke TPS hanya satu.
Saya sendiri tidak menyangka dengan antusiasme para BMI Hong Kong dalam Pilpres ini. Untuk diketahui bersama, saat Pileg April lalu, BMI yang mencoblos ke TPS sekitar 6000 lebih, sedangkan saat Pilpres ini ada 32.000 lebih. Bisa dikalikan berapa kali lipatnya.
TPS ada 13 dengan 5 bilik suara setiap TPS, tenaga untuk pendataan ada 2 orang di setiap TPS. Yang membawa undangan dicocokkan dulu dengan barcode di database dan masih mengecek KTP Hong Kong pemilih, ini juga makan waktu. Malah ada petugas yang bertanya soal berapa tahun di Hong Kong, kenapa KTP kok fotonya belum ganti. Ini sebenarnya gak perlu, cukup mencocokkan data saja lalu bisa mencoblos.
Melihat antrian yang masih panjang dan waktu semakin mepet, akhirnya panitia memberi kelonggaran untuk masuk ke area TPS dan mengantri di depan TPS. Tapi antrian di luar TPS juga masih terus bertambah.
Saya tanya ke beberapa panitia soal kemungkinan perpanjangan waktu pencoblosan karena antrian masih panjang, tapi mereka geleng-geleng kepala pertanda tidak bisa. Finaly, pencoblosan tetap ditutup jam 5 sore sesuai jadwal. Ijin penggunaan lapangan hanya sampai jam 5 sore dan tidak bisa diperpanjang lagi.
Jadi kalau ada yang bilang mereka sengaja datang terlambat itu salah. Saya salah satu saksi diantara banyak saksi yang sepanjang pencoblosan ada di TPS.
Sampai akhirnya terjadilah aksi dari kawan-kawan BMI yang tidak bisa mencoblos karena TPS tutup.
Tampak ratusan tenaga kerja Indonesia yang ingin mencoblos gagal menyalurkan suaranya. Mereka kecewa karena tidak diberikan waktu tambahan untuk memberikan suaranya di Pilpres 2014.

Dalam video yang diunggah Vina Nurita di Youtube, mereka menduga ada kecurangan. Video berdurasi 4 menit 25 detik memperlihatkan seorang petugas yang diduga melakukan kecurangan. Dalam video tersebut, tampak para pemilih memegang ponsel untuk merekam kejadian tersebut.

Video berjudul ‘Kerusuhan Pemilu Pilpres di Hongkong Full’ itu menampilkan sosok pria berbaju hitam dikelilingi anggota Buruh Migran Indonesia (BMI). Video itu bisa disaksikan di tautan http://www.youtube.com/watch?v=HlV1P68BAI0

Bawaslu, PPLN, KJRI dan semua panitia pemilu tidak bisa berbuat apa-apa melihat para BMI teriak-teriak meminta pintu masuk dibuka. Lalu karena gemas dan marah akhirnya para BMI merobohkan pagar pembatas dan merangsek masuk area pencoblosan.

Petugas di tiap TPS 2 orang dengan 2 laptop untuk mencocokkan data

Mereka yang gagal mencoblos

Data nama-nama siapa saja yang menjadi saksi dan mendengar langsung bahwa ada petugas Bawaslu yang bersedia membuka TPS asal mereka mencoblos nomor satu sudah ada dan akan dilaporkan.
Itulah yang membuat BMI yang tidak bisa  mencoblos menjadi kian keras bersuara menunjukkan kemarahannya dan meminta panitia untuk membuka TPS. Negosiasi berjalan alot dan PPLN tetap tidak bisa memperpanjang waktu karena jam sewa lapangan sudah ditutup.
Cerita lain dalam aksi ini adalah saat melihat beberapa BMI menangis dan terlihat sangat sedih karena gagal menggunakan hak pilih untuk Capres idolanya.

Dia menangis karena gagal mencoblos Jokowi.

5 tahun sekali dan saya gagal mencoblos karena sudah tutup padahal antri dari jam 3, bayangkan bagaimana sedihnya saya, Mbak.” Curhat BMI asal Kediri yang sudah 6 tahun di Hong Kong.
Di sisi lain Pilpres di Hong Kong tahun 2014 menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya dan satu-satunya ada TPS untuk pencoblosan bagi WNI yang di luar negeri.

Kronolofi Dan Fakta Kisruh TPS Di Hong Kong Lengkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s