Alasan dan Dampak Mata Uang Di Indonesia Berubah menjadi Pecahan 1 Rupiah

BI Batasi Penukaran Uang BaruAlasan dan Dampak Mata Uang Di Indonesia Berubah menjadi Pecahan 1 Rupiah – Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan segara diedarkan ke tengah masyarakat. Rencananya, uang tersebut akan diedarkan pada tanggal 17 Agustus 2014.
Akan tetapi, sebelum diedarkan sudah banyak yang mempublikasi bentuk dan ciri uang NKRI melalui media sosial. Namun, ternyata yang terlanjur dipublikasikan di media sosial itu salah.

https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2014/07/15/5/uangrupiah2.jpg

“Kemarin, uang contoh redenominasi beredar, tapi dibilang NKRI. Padahal itu kan bahan persentasi waktu konsultasi publik,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas di kantor BI, Senin (14/7/2014) malam.

Ia menjelaskan, uang NKRI secara nilai tidak ada perbedaan dengan yang berlaku saat ini. Artinya uang Rp 1.000 ‎tidak kemudian menjadi Rp 1. Itu hanya terjadi bila dilakukan proses redenominasi.

Menurutnya, masyarakat harus memahami hal tersebut. Nantinya secara resmi, BI akan melakukan sosialisasi bentuk dan ciri uang NKRI paling lambat satu minggu sebelum‎ diedarkan tanggal 17 Agustus.

“Redenominasi itu dicontohkan nol-nya dihilangkan. Nah, itu yang dibilang uang NKRI. Itu salah,” tegas Ronald.

Ronald memastikan perubahan pada uang NKRI dibandingkan uang yang beredar saat ini tidak terlalu signifikan. Nantinya secara kasat mata, perubahannya adalah bagian tanda tangan karena sudah mencantumkan Menteri Keuangan mewakili pemerintah.

“Perubahannya nggak bisa banyak. Nanti pada kaget-kaget masyarakat,” ujarnya.

‎Sementara itu, untuk rencana redenominasi sendiri belum ada perkembangan meski sudah sampai ke DPR. “Redenominasi kan belum bisa. Sudah di DPR, tapi kan belum jalan,” kata Ronald.

Dalam UU No 7/2011 tentang Mata Uang disebutkan bahwa Indonesia akan mengeluarkan uang kertas jenis baru yang kini menyertakan tanda tangan
pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan. Selama ini, uang kertas hanya ditandatangani oleh BI, baik itu gubernur atau deputi gubernur.

Pasal 5 ayat 1 UU Mata Uang menyebutkan, uang kertas rupiah ke depan
harus memuat beberapa identitas yaitu:

* Gambar lambang negara yaitu Garuda Pancasila
* Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia
* Sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya
* Tanda tangan pihak pemerintah dan BI
* Nomor seri pecahan
* Teks yang berbunyi DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI …
* Tahun emisi dan tahun cetak.

Sementara pasal 42 menyatakan bahwa uang kertas dengan ciri umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 mulai berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan pada tanggal 17 Agustus 2014. “Jadi, dalam UU memang harus tanggal itu,” ujar Ronald.

“Penyebaran ke kantor BI di tanggal 17 (Agustus 2014) harus sudah ada. Diharapkan, dengan diterbitkan uang ini, akan bisa menggantikan uang sekarang kan masih berlaku. Biasanya nariknya perlahan, 10 tahunan,” ucap Deputi Gubernur BI, Ronald Waas di Kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014).

Namun, katanya, seminggu sebelum diterbitkan, BI melakukan sosialisasi uang NKRI untuk memperkenalkan dan memberi pengertian mengenai uang NKRI kepada masyarakat.

“Nanti menjelang penerbitan 1-2 minggu sebelumnya, kita sosialisasi melalui PBI, itu diatur cirinya apa saja. Contohnya harus bilangin cirinya ada gambar apa. Semua penerbitan uang harus ada peraturan BI terbitkan keluarin aturan,” terangnya.

Mengenai gambar pahlawan yang ada di mata uang tersebut, merupakan keputusan pemerintah, yakni presiden, dengan ketentuan harus pahlawan nasional yang telah tiada (wafat).

“Sudah saya putuskan dan saya teken (SK) Jumat (10/7/2014) lalu. Transaksi di semua pelabuhan wajib menggunakan rupiah. Ini akan lebih efektif,” kata Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan saat apel persiapan angkutan mudik di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/7/2014)

Sehingga sekarang BI Batasi Penukaran Uang Baru, yaitu Rp 10,4 Juta untuk Umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s