Cara Terlihat Lebih Pintar Di Antara Teman teman Anda

https://i1.wp.com/image1.malesbanget.com/mbdcposts/2014/05/5-Langkah-Menjadi-Lebih-Pintar.jpgCara Terlihat Lebih Pintar Di Antara Teman teman Anda – Pepatah yang bilang “don’t judge a book by its cover”, memang ada benarnya. Termasuk, dalam soal kadar otak. Yang gayanya cuek atau nyeleneh, bisa jadi luar biasa cerdasnya. Tapiii… dalam situasi ”khusus”.

seperti presentasi di kelas atau di rapat OSIS, terlihat pintar sangat diperlukan. Dengan trik berikut, kita bisa terlihat lebih smart:
Bicara dengan cepat namun jelas. Yap, orang yang bicaranya lebih cepat, terkesan lebih smart daripada yang ngomong dengan lambat dan banyak jeda. Dengan syarat, harus tetap jelas.  Kunci biar bicara cepat tanpa keserimpet, kita harus pede sama apa yang kita sampaikan.

Volume suara lantang. Bukan berarti teriak, ya. Tapi suara itu bisa menunjukkan bahwa kita bersemangat dalam menyampaikan sesuatu.

Penampilan rapi. Misalnya kalau pakai seragam, pastikan kemeja dimasukan dengan rapi, rambut nggak berantakan. Sepatu dan kaos kaki huga harus diperhatikan ya.

Pemilihan bahasa yang tepat. Biasanya, di saat presentasi, kita harus pakai bahasa yang formal. Selain itu, pilih kata yang efektif, diatur biar nggak bertele-tele.

Menggunakan istilah “teknis” dengan proporsional. Sesekali gunakan istilah khusus, untuk menandakan kalau kita menguasai topik yang dibicarakan. Tapi jangan terlalu njelimet, ya. Nanti orang malah malas mendengarkan.

Senyum di saat yang tepat. Kebanyakan senyum bikin kita kelihatan nggak serius. Sebaliknya, pelit senyum memberi kesan kalau kita grogi.

Fokus terhadap perkataan orang lain. Pendengar yang baik dan ”nyambung” juga salah satu hal yang menyakinkan orang kalau kita cerdas.

Nah, ini dia kata kata yang harus anda pakai :

Wacana

Adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain sehingga membentuk kesatuan. Ngerti gak? MBDC juga gak ngerti sih. Nah, kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, wacana berarti komunikasi verbal; percakapan; keseluruhan tutur yg merupakan suatu kesatuan.

Nah, kalau dalam keseharian wacana itu sering digunakan sebagai kata ganti untuk hal yang cuma diomongin doang tapi gak ada bukti nyatanya. Atau bisa juga buat menggantikan kata ide dan pemikiran.

Contoh:

Kamu: Bro, katanya hari ini mau mulai olahraga buat ngurusin badan?

Teman kamu: Aduh, iya nih kok rasanya males banget ya mau  mulainya.

Kamu: Ah, lo ma wacana doang

Teman kamu: (ngomong dalam hati) wow wacana apaan sih? pinter banget dia 

Sangsi

Ini jangan sampe ketuker ya dengan “sanksi”, karena artinya beda. Sangsi disini berarti ragu-ragu atau bimbang, sedangkan sanksi adalah hukuman.

Contoh:

Teman kamu: Bro, nanti jadi mau buka puasa bareng gak?

Kamu: Aduh, gue sangsi nih. Soalnya keluarga gue ngajakin buka bareng juga 

Teman kamu: (ngomong dalam hati) kok sangsi sih? tapi keliatan pinter sih

Kacamata

Ya kamu benar, kacamata adalah alat bantu penglihatan. Nah, tapi kadang kacamata bisa juga diartikan sebagai suatu pandangan atau pendapat akan sesuatu hal.

Contoh:

Teman kamu: Bro, menurut lo mendingan gue putusin aja gak si sinta?

Kamu: kalau menurut kacamata gue sih mendingan lu mati aja, bro. Jelek aja belagu mau mutusin cewek cakep.

Teman kamu: (ngomong dalam hati) Kok dia kasar banget sih, tapi keliatan pinter

Awam

Bisa berarti umum, biasa, kebanyakan, atau tidak istimewa. Intinya awam itu ya kayak kita-kita ini lah.

Contoh:

Teman kamu: Gimana nih menurut lo, bro. Bagusan gue pake prosesor yang mana?

Kamu: Waduh, gue awam nih sama yang gini-ginian

Teman kamu: (ngomong dalam hati) gitu aja gak ngerti, tapi bahasanya sih pinter

Kapitalis

Adalah orang atau golongan yang bermodal, punya banyak uang, sangat kaya. Bisa juga digunain untuk menjelaskan orang atau golongan yang punya kekuatan untuk meperkaya golongannya sendiri. Nah, dalam hal ini sih kapitalis sering diasosiasiin sama Amerika.

Contoh:

Teman kamu: Lo gak laper? Bukan di Mcdonat yuk. Ngiler nih gue sama ayam kampusnya

Kamu: Amit-amit gue makan di situ. Prodak kapitalis antek-antek zionis

Teman kamu: (ngomong dalam hati) maksudnya apa ya? tapi kok kayaknya pinter

Anekdot

Adalah cerita singkat yang menarik, lucu nan mengesankan. Biasanya sih yang diangkat itu orang penting, dan berdasarkan kejadian nyata.

Contoh:

Teman kamu: Eh lu udah nonton film Suster Enak Dipake belum?

Kamu: Udah.

Teman kamu: Ceritanya tentang apaan sih itu sebenernya?

Kamu: Itu cuma ankedot tentang suster aja sih, gak lebih

Teman kamu: (ngomong dalam hati) njrit dia pinter banget sih, gue gak ngerti maksudnya.

Pendekatan

Suatu upaya penyederhanaan masalah sampai batas-batas tertentu sehingga masih dapat ditoleransi untuk memudahkan penyelesaiannya. Kalau menurut KBBI sih: proses, perbuatan, atau cara mendekati. Bisa juga merupakan sikap atau pandangan tentang sesuatu, yang berupa asumsi atau seperangkat asumsi yang paling berkaitan. Ngerti kan? harus!

Contoh:

Teman kamu: Lo kok malah milih si KR sih? doi kan udah tua

Kamu: KR emang udah tua tapi pendekatannya baru dan di situ sebabnya gue lihat penting.

Teman kamu: (ngomong dalam hati) maksud lu apa ya? Tapi terdengar pintar

Instrumen

Berdasarkan KBBI, instrumen berarti alat yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu ( macam alat yang dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia). Bisa juga jadi sarana penelitian untuk ngumpulin data sebagai bahan pengolahan. Bisa juga sebagai alat-alat musik, orang yang dipakai sebagai alat (diperalat) orang lain, dan dokumen resmi kayak akta, dan surat obligasi.

Kesimpulannya instrumen adalah alat-alat yang bisa menggerakan, menghidupkan, atau mewujudkan suatu hal.

Contoh:

Kamu: Gak enak banget muka lu. Baru putus?

Teman kamu: Iya nih, sedih bangeh, bro. Hiks

Kamu: Gak apa-apa, bro. Kesedihan itu adalah instrumen kehidupan. Lu gak bakal bisa hidup tanpanya

Teman kamu: (ngomong dalam hati) Bagus pinter bahasanya, kalau nggak udah gue tampar nih.

Hegemoni

Dominasi negara terhadap negara lain. Trus berkembang jadi dominasi kelas sosial terhadap kelas sosial lain dalam masyarakat.

Contoh:

Teman kamu: Keren banget ya film Transformer yang baru

Kamu: Biasa aja ah. Itu kan cuma hegemoni Hollywood aja.

Teman kamu: (ngomong dalam hati) maksudnya apa? Tapi terdengar pintar

Kontekstual

Berhubungan dengan konteks. La terus konteks itu apa? Bagian suatu uraian atau kalimat yang bisa ngasih atau nambah kejelasan makna, atau situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. Singkatnya, kontekstual adalah sesuai sama situasi dan kondisi.

Contoh:

Teman kamu: Lu kok tega sih, bro sama gue. Cewek gue lu rebut juga. Temen macam apa lu? Gue rasa lu lahirnya dilepehin kali ya? Jahat lu, bro.

Kamu: Eh tunggu-tunggu, gue emang ngerebut cewek lu tapi kemarahan lu gak kontekstual.

Teman kamu: (ngomong dalam hati) Bahasanya pintar banget, gue gak ngerti. Yaudah gue maafin deh.

Banal

Berarti kasar, atau bisa juga biasa sekali.

Contoh:

Teman kamu: Lagu-lagu perselingkuhan banyak banget dah

Kamu: Atas nama pasar semuanya begitu banal?

Teman kamu: (ngomong dalam hati) astaga pintar banget bahasanya

Manifesto

Pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang  atau kelompok

Contoh:

Kamu: Gue gak bakal senang kalau belum bisa nidurin si sinta

Teman kamu: Wih serem banget sih lu, bro!

Kamu: Itu udah jadi manifesto hidup gue

Teman kamu: (ngomong dalam hati) apa pula maksudnya? Tapi kok kesannya pintar ya!

Nah sekarang udah tau kan kata-kata apa aja yang harus kamu gunain kalau lagi ngobrol sama orang. Wah apalagi kalau ternyata orang yang lagi kamu ajak ngobrol adalah cewek cantik nan pintar, bisa dipastikan dia bakal kesengsem sama kamu.

Oiya, setelah selesai ngobrol jangan lupa buat mengakhiri dengan kata “TABIK”. Niscaya gak cuma terlihat pintar, namun juga berbudaya.

Kamu tau kata lain yang bisa bikin terlihat pintar? Share yuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s