Fakta Lengkap Norman Kamaru Jadi Tukang Bubur

Norman Kamaru di kios buburnya (Foto:YouTube)

Fakta Lengkap Norman Kamaru Jadi Tukang Bubur – ingat yah para pembaca, manusia juga hanya manusia biasa, jadi jangan menjudge mereka seperti artis dadakan atau yang lainnya meski ini salah mereka sendiri, karena kalo misalnya orangnya seperti si ariel tatum dsb gapapa deh kalian hina, tapi ini adalah seorang yang dulu membela tanah air loh

yupz, norman kamaru, yang dulu terkenal dengan lagu “caiyaa – caiyaa” ini sekarang menjadi tukang bubur, dan dia pun tidak malu kok dengan profesinya ini, meski dia bilang dia menyesal keluar dari pekerjaan tni – brimob nya dulu, tapi itulah namanya roda kehidupan 🙂

Ditemani istri, Daisy Paindong, dia membuka kios kecil di Tower Damar, Apartemen Kalibata City, Kalibata, Jakarta Selatan. Menu andalannya ayam woku dan cakalang suwir.

Meski kini tengah menjadi penjual makanan khas Manado, diam-diam Norman tetap menyimpan asa suatu hari nanti bisa kembali terjun ke dunia entertainment. Namun, untuk saat ini mental Norman belum siap.

“Balik ke entertainment ada sih (keinginan), tapi kesiapan belum, karena saya baru keluar dari manajemen. Bukan trauma, karena sekarang saya lebih bebas. Saya bisa berbaur dengan masyarakat,” ujar Norman saat ditemui di warung J&J di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014).

Sambil berjualan bubur, Norman merangkap sebagai penyanyi di kafe. Apapun yang dikerjakan Norman asalkan halal, Daisy mendukung 100 persen.

“Job nyanyi, alhamdulilah ada. Dia lebih bebas sekarang. Jobnya selalu ada saja. Mulai dari perkawinan dan launching beberapa produk. Kadang Jumat dia ke Bandung, manggung di kafe-kafe. Dia juga manajer sebuah band,” papar Daisy.

Terpelanting dari posisi artis menjadi pedagang makanan, tentu awalnya berat dijalani Daisy dan Norman. Apalagi pasutri yang telah dikaruniai dua anak ini sempat mendapat cibiran dari keluarga besar tatkala memutuskan berjualan makanan.

“Sakit hati sih. Keluarga sempat bilang, kok bisa dagang bubur. Malah kita disuruh pulang. Tapi kita sudah jelasin kok. Ya mungkin di balik pemberitaan ini ada hikmahnya,” terang Norman.

Lelaki kelahiran 27 November 1985 ini tak peduli cibiran orang. Dia dan Daisy mantap mengadu nasib di Jakarta meski hanya berjualan makanan Manado. Bahkan, mereka memberi nama kiosnya ‘J&J Cafe’ yang merupakan inisial nama kedua anaknya.

“Joshua Kamaru dan Jade Kamaru. Sempat sih orangtua bilang, kasih nama Chaiya Chaiya aja, tapi Norman enggak mau. Nanti kampungan,” terang Daisy.

Selain menjual makanan Manado, pasangan yang sudah tiga tahun tinggal di Green Palace ini juga menjual mie instan dan kopi 24 jam dengan dibantu tiga pegawai. Alasan keduanya membuat warung makanan adalah sesuai dengan hobinya, yaitu masak dan makan.

“Kita lebih bahagia sekarang ini. Gengsi atau rezeki itu dari Tuhan. Kenapa gengsi, kenapa harus malu,” ujar Norman.

Ia berharap bisa memperluas bisnis kulinernya itu. “InsyaAllah, kalau ada rezeki bagus ingin dibesarkan lagi,” harapnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s